Peserta Didik MAN Asahan Praktik Pembuatan Tape dan Tempe sebagai Penerapan Bioteknologi Konvensional
Kisaran (Humas). Peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Asahan melaksanakan kegiatan pembelajaran praktik pembuatan tape dan tempe sebagai bentuk penerapan materi bioteknologi konvensional pada mata pelajaran Biologi. Kegiatan ini berlangsung di ruang Laboratorium IPA MAN Asahan, Selasa (27/1/2026), dengan tetap memperhatikan prosedur pembelajaran praktik yang telah ditetapkan.
Kegiatan praktik ini merupakan bagian dari upaya dalam mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik secara langsung, sehingga peserta didik tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembuatan tape dan tempe dipilih sebagai contoh produk bioteknologi konvensional yang dekat dengan lingkungan dan budaya masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta didik tampak sangat antusias dan aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan tape dan tempe. Mereka bekerja secara berkelompok, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga tahapan fermentasi sesuai dengan prosedur yang telah dipelajari dan dicatat sebelumnya. Suasana laboratorium terlihat hidup dengan diskusi antarpeserta didik yang saling bekerja sama.
Guru Mata Pelajaran Biologi MAN Asahan, Nurul Afriyani Siregar, yang mengawasi langsung jalannya kegiatan praktik, memberikan bimbingan dan penjelasan secara detail mengenai proses fermentasi serta peran mikroorganisme, khususnya jamur dan bakteri, dalam mengubah bahan pangan menjadi produk fermentasi.
“Melalui kegiatan praktik ini, saya berharap peserta didik tidak hanya memahami konsep fermentasi secara teori, tetapi juga mampu mengenal peran mikroorganisme dalam kehidupan sehari-hari, melaksanakan prosedur pembuatan tempe dan tape dengan benar, bekerja sama dengan baik dalam kelompok, serta menghasilkan produk fermentasi yang berkualitas,” ujar Nurul Afriyani Siregar.
Melalui pembelajaran berbasis praktik ini, diharapkan peserta didik MAN Asahan memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi bioteknologi serta mampu mengembangkan keterampilan proses sains yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dan masa depan mereka. (wd)
